Skip to main content

KISAH KLASIK UNTUK MASA DEPAN

Sore hari menjelang maghrib pada tanggal 27 Mei 1983, seorang ibu yang sedang hamil tua merasakan bahwa beliau akan melahirkan, pada waktu itu ibu itu hanya tinggal bersama kedua anaknya, satu perempuan berusia 6 tahun dan satu laki-laki yang baru berumur 4 tahun, Sang suami/bapak sedang merantau di Magelang. Sang ibu memanggil kedua anaknya yang lagi asyik bermain dihalaman. " Nduk...., le..... sinio, perut ibu sakit, adik mau keluar.  Sang anak pun menjawab, adik mau lahir mbok ? kedua kakak beradik itu pun tersenyum bahagia. "Nduk... le... kalian segera ke rumahnya Budhe Tut ya, bilang pada budhe Tut adik mau keluar, gitu ya " kata sang ibu kepada kedua anaknya. (Budhe Tut adalah bidan di desa kami). Kedua kakak beradik itu pun langsung berangkat mencari bidan desa tersebut, tetapi sebelum nyampai rumah bidan tersebut ada sebuah sungai dan disungai itu ada kepiting yang baru berkelahi, kedua anak itu pun penasaran dan melihat pertarungan kepiting itu. Kedua anak itu lupa apa yang diperintahkan ibunya tadi, selang beberapa jam sang kakak teringat bahwa tadi disuruh ibunya untuk memanggil bidan desa. Akhirnya kedua anak itupun lari tunggang langgang karena teringat ibunya yang mau melahirkan. Setelah ketemu dengan bidan desa itu, segeralah berangkat ke rumah, tetapi betapa terkejutnya ibu bidan itu sesampai disana si jabang bayi telah lahir. "Alhamdulillah...teriak ibu bidan itu secara spontan. Ternyata karena kelamaan menunggu kakaknya yang memanggil bidan desa si jabang bayi telah lahir sendiri dengan selamat. Setelah itu ibu bidan desa langsung membantu memproses kelahiran tersebut, alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT ibu dan si bayi lahir dengan sehat dan selamat.
Beberapa hari kemudian sang ibu kembali ke rumah, juragan/mandor tempat suaminya bekerja, menanyakan apakah suaminya sudah diberitahu kalau istrinya sudah melahirkan. Sang Juragan menjawab "Sudah saya beri tahu kalau kerjaan dan selesai, suamimu akan pulang. Begitu dalam waktu menanti kepulangan suaminya, tepat ibu itu mau mengadakan acara sepasaran bayi. Sang juragan baru ingat kalau dia belum bilang bahwa istri anak buahnya melahirkan. Sesampai di Magelang sang Juragan langsung menemui anak buahnya itu dan bilang " Har, kemarin aku dapat kabar istrimu melahirkan, kamu segera pulang ya. Mendengar kabar bahagia itu sang bapak langsung ijin untuk pulang ke Karanganyar. Sesampai di Karanganyar betapa kagetnya sang bapak, rumah sudah ada acara sepasaran, berarti sang juragan memberi kabar istrinya melahirkannya itu terlambat.
Kedatangan sang ayah disambut dengan suka cita oleh seluruh anggota keluarga. Keluarga ini semakin bahagia dengan bertambahnya satu anggota keluarga dan anak ke-3 ini diberi nama TRI HARTANTO.

Karena orang tua tri adalah seorang buruh, maka tri dibesarkan dalam lingkup keluarga yang sangat sederhana. Semasa bayi, selalu diajak ibunya mengembala sapi di tanah lapang. Hampir saja si bayi ini diambil oleh orang gila, karena saat digendong ibunya mengembala sapi, sapinya lari  dan hilang dari tanah lapang itu. Karena panik sapinya hilang sang ibu meletakkan bayinya di teras gedung PWRI Karanganyar yang kebetulan ada diseberang tanah lapang tersebut. Saat sang ibu mencari sapinya, datanglah Sarindi orang gila yang lagi viral di Karanganyar, sarindi  dari jalan melihat sesuatu yang bergerak-gerak dan tertarik mau diambilnya bayi itu, tp alhamdulillah sang ibu segera sadar kalau anaknya ada didekat orang gila itu, akhirnya orang gila itu diusirnya dan sang anak selamat tidak jadi digendong Sarindi.










MASA SMP (PUBER 1)

Kisah ini dimulai sekitar tahun 1996, saat itu tahun pelajaran baru untuk jenjang SMP. Aku seorang anak laki-laki dari keluarga sederhana, dengan penampilan yang lumayan sederhana juga, dan tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan kecuali kecerdasan ku. Aku lulusan SDN Cangakan 3, dengan predikat rangking 1 dan NEM peringkat 2. Aku awalnya mencoba mendaftar di SMPN 1 Karanganyar, karena disana aku dengar tidak pernah mengadakan study wisata atau piknik (karena aku termasuk pemabuk, mabuk kendaraan hehehe....). Setelah beberapa hari pendaftaran alhamdulillah aku masih dalam peringkat aman, tetapi temen-temenku satu SD banyak yang tidak diterima disana, mereka pindah ke SMPN 2 Karanganyar. Akhirnya akupun goyah dengan pendirian awalku, aku pengen ikut mendaftar di SMPN 2 Karanganyar. Aku memberanikan diri untuk mengundurkan diri dari SMPN 1 Karanganyar, walaupun banyak bapak ibu guru yang menyarankan agar aku tidak mencabut berkasku, aku tetep ngeyel karena aku tipe yang setia kawan hehehe... Akhirnya dengan percaya dirinya aku mendaftarkan di SMPN 2 Karanganyar, dan Alhamdulillah aku diterima disana. Aku diterima dan masuk kelas unggulan yaitu di kelas IB. Aku dikelas termasuk anak yang rajin dan cerdas, kegiatan MOS aku ikuti dengan baik dan tertib. Disitu aku punya sahabat-sahabat baru ada yg bernama Budiman, Supriyadi, Surip, Andi K, Andi M, Ifanda, Maya, Dewi dan masih banyak lagi. Aku sangat nyaman bersekolah dan berada dalam kelas itu. Di samping temen-temennya baik-baik tapi juga cantik-cantik. Dan pada saat itu ada gadis yang menarik hatiku yaitu Ifanda Panji Rahmadani. Bagiku dia sosok yang cantik buatku walaupun sedikit nonong hehe... Aku dikelas IB itu duduk sebangku dengan Budiman sedangkan Ifanda duduk dengan yatmini. Pedekate aku lakukan tapi ternyata salah sasaran dan salah tujuan, ternyata Budiman juga naksir Ifanda, sedangkan yatmini juga tertarik sama aku. Pusing jadinya kepalaku. Ifanda yang saat itu anak baru dan jadi anggota drum band menjadi sosok idola bagi seluruh cowok-cowok. Aku menjadi tambah pusing karena upayaku untuk menarik perhatian Ifanda kalah dengan cowok-cowok yang lebih keren lainnya. Tapi suatu hari aku diajak Supriyadi temenku satu kelas juga, ke kelas 2B disana aku dan Supri melemparkan surat ke kelas yang ditujukan untuk Niken Larasati, aku ndax tau anaknya yang mana tapi aku ikut nganter surat itu. Surat itu diserahkan kepada kak Yeni yang katanya temennya Niken.,walupun nyerahkannya harus mengendap-endap dibawah jendela kelas, karena takut ketahuan guru. Setelah sampai dikelas Supri baru cerita bahwa surat yang dibuat tadi adalah surat cinta untuk mbak Niken dan pengirimnya kita buat atas nama Andi K. Itu kita iseng aja buat ngerjain Andi K. Tak disangka-sangka saat bel istirahat berbunyi datang segerombolan anak-anak cewek kelas dua dan semuanya cantik. Aku hanya ternganga saat salah satu kakak cantik itu tanya "ini kelas 1B? Siapa yang namanya Andi K?" Langsung temen-teman memanggil Andi K. Andi K yang tidak tahu menahu ada apa langsung disemprot sama kakak-kakak cantik tadi "kamu ini anak kelas satu berani bilang cinta n nembak anak kelas 2, kamu tau ndax Niken itu idola di sekolah ini ndax bakalan mau sama kamu." Andi K yang ndax tau apa-apa hanya menunduk lesu dan sedih. Akhirnya karena kasihan aku ma Supri mengaku kalau kita tadi ngerjain andi, Andi langsung mengejar -ngejar kita dan marah-marah. Setelah kejadian itu aku tanya ke Supri yang namanya mbak niken itu yang mana? Supripun menjawab"itu loch Tri yang rambutnya sebahu". "Subhanallah cantik beuuneeer... " kataku. Sejak hari itu diotakku selalu terbayang-bayang wajah mbak Niken. Tapi aku bingung mau kenalan takut kejadian kayak Andi kemarin. Apakah ini yang namanya cinta pertama, mbak niken cinta, aku yang pertama, apakah ini cinta monyet, mbak niken cinta, aku yang jadi monyetnya. Otakku penuh dengan wajah dan senyumannya walaupun aku ndax tau senyumannya kemarin itu untuk siapa. "Ya Tuhan apakah ini bidadari jatuh dari langit, sudah jatuh dari langit yang begitu tingginya masih tetap utuh dan cantik.


METAMORFORSIS:
PABRIK
PERCETAKAN
SMPN 4 KARANGANYAR
SEKRETARIAT DAERAH KAB. KARANGANYAR

Comments